Tuesday, April 24, 2012

Puisi




Perpisahan Kita
                                   karyaku

Tiga tahun kita bersama
Canda dan tawa kita rasakan bersama
Kini hanyalah sebatas mimpi
Mimpi yang tak mungkin kita ulang

                Mimpi itu sudah terbawa
                Terbawa oleh berjalannya waktu
                Dihari ini kita berkumpul bersama
                Kita semua belajar bersama

Ditempat inilah kita semua bersama
Tapi sekarang hanya tinggal kenangan
Kenangan kita bersama



Aku Cinta Padamu
                               karya temanku :)

Rasanya aku ingin bertemu denganmu
Andai engkau suka padaku
Frustasi jika engkau meninggalkanku
Ingin rasanya kumemelukmu
Karna engkau adalah jantungku
Apa yang harus ku perbuat untuk mendapatkanmu???

                   Perasaan ini semakin bergejolak dihati
                   Untuk itu aku memohon kepadamu untuk mencintaiku
                   Taman surga takkan indah tanpamu
                   Rasanya bulan takkan menyinari bumi tanpamu
                   Ingin aku mengorbankan nyawaku kepadamu

Namun apakah engkau mencintaiku???



              

Cerpen Non Fiksi


SIFATKU
MENGHALANGIKU

karyaku

          Dipinggir pohon yang lebat sambil mendengar lagu dengan lantunan yang sangat merdu. Ada seorang gadis yang duduk dipinggir pohon. Gadis itu bernama Fika, ia tinggal bersama orang tuanya di sebuah perumahan dipinggir desa. Fika seorang gadis yang miliki sifat jutek, cuek dan pendiam. Dia tidak suka memperhatikan orang yang disekitarnya. Ia sangat cuek sampai-sampai seorang temannya yang sedang berbicara dengannya dihiraukan begitu saja. Sifatnya itu muncul sejak ia duduk dibangku SMP kelas VII, ia tidak suka berbicara terlalu banyak karena menurut ia berbicara terlalu banyak hanya akan membuang-buang waktu begitu saja. Sifatnya itu terus menjadi-jadi sampai saat ia duduk dibangku SMA kelas X. 

          Pada saat pertama masuk sekolah, ia sangat pendiam dan belum bisa menghilangkan sifatnya itu. Hari demi hari ia rasakan, bagaimana menjadi seorang siswa SMA. Dengan berjalannya waktu lama-kelamaan ia bisa menghilangkan sifatnya itu karena ia telah mengenal teman baru, semenjak ia duduk dibangku SMA. Fika si anak pendiam dikenalnya oleh teman semasa SMP, telah berubah menjadi anak yang tidak pendiam lagi. Dengan berjalannya waktu sedikit demi sedikit sifat pendiamnya itu mulai hilang walaupun terkadang muncul lagi.


Friday, September 30, 2011

PEMUKIMAN

       Tempat tinggal merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia untuk  dapat berlindung dari derasnya hujan serta teriknya matahari. Akan tetapi, tempat tinggal juga melambangkan tingkat kesejahteraan penghuninya. Bagi orang-orang yang berpenghasilan besar, mereka dapat membangun rumah bertingkat yang besar dan nyaman, memiliki halaman luas nan asri dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang lengkap serta memadai.

        Sayangnya, tak sedikit orang yang harus puas tinggal di rumah petak mungil atau gubuk reyot yang saling berhimpitan, dikelilingi saluran air mampet dan sampah di sepanjang jalan setapak dan lorong-lorong sempit, dengan ruangan kecil berperabot seadanya, serta tanpa adanya akses air bersih maupun listrik yang memadai. Di permukiman kumuh inilah warga perkotaan yang hidup di garis kemiskinan terpaksa tinggal sembari mencoba mengubah nasibnya.

          Meskipun mereka sebenarnya tidak senang harus tinggal di permukiman kumuh, tetapi keadaan ekonomi dan desakan kebutuhan  membuat mereka “nekat” bertahan. Lahan pekerjaan yang lebih baik menjadi magnet yang tak pupus menarik penduduk desa untuk pindah dan tinggal di perkotaan, meskipun nasibnya di kota belum jelas.


           Tidak siapnya kota-kota menghadapi ledakan penduduk dan urbanisasi yang tidak terkendali menimbulkan berbagai permasalahan, salah satunya semakin suburnya permukiman kumuh di kota-kota besar di dunia, tak terkecuali Indonesia. Semakin pesatnya keberadaan permukiman kumuh menjadi salah satu indikator gagalnya pemerintah dalam melaksanakan program pembangunan perumahan dan tata kota yang berkelanjutan.